0
Following
1
Follower
0
Boost

"Wine" Bisa Turunkan Berat Badan?

Kabar baik bagi Anda yang bisa dan gemar menyesap wine. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Aging Journal mengungkapkan bahwa wine bisa membantu Anda untuk menjaga berat badan. Penelitian ini dilakukan terhadap 20.000 perempuan yang memiliki berat badan yang normal selama 13 tahun. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang diberi minum dua gelas red wine dalam menu makanannya, bir, liquer, dan kelompok tanpa wine dan minuman. Seiring berjalannya waktu, perempuan yang minum wine ternyata berat badannya 30 persen lebih stabil dibandingkan yang bukan peminum. "Wine banyak mengandung antioksidan yang berfungsi untuk mengurangi kolesterol dan tekanan darah," ungkap Jana Klauer, dokter nutrisi dan metabolisme. Wine juga mampu memacu tubuh untuk membakar kalori lebih banyak. "Perempuan memiliki enzim pemecah alkohol lebih besar daripada pria, sehingga ketika perempuan minum wine, tubuhnya harus bekerja lebih keras untuk memecah alkohol dengan cara membakar kalori lebih banyak," jelas Klauer. Kandungan senyawa resveratol dalam red wine dinilai punya pengaruh penting dalam program diet ini. Resveratol, senyawa khusus yang hanya ditemukan dalam anggur merah, bisa membantu meredam nafsu makan. Dalam jurnal ini diungkapkan juga bahwa, setelah menyesap anggur merah, keinginan untuk makan makanan penutup yang manis juga berkurang. Lu Wang, MD, PhD, salah seorang peneliti, mengungkapkan bahwa alkohol dalam wine bisa membakar kalori melalui proses thermogenesis. Hal ini berarti, alkohol membakar kalori dengan cara meningkatkan suhu tubuh menjadi lebih panas. Hal inilah yang menyebabkan muka Anda memerah saat menyesap minuman ini. Bukan solusi utama

Agar Salad Lebih Efektif untuk Diet

Salad yang terdiri atas campuran sayur-mayur dianggap bisa membantu menurunkan berat badan. Hal ini tidak selamanya benar karena salad juga menggunakan bahan-bahan lain yang kalorinya cukup tinggi. Tetapi, jika tak ada bahan-bahan lain seperti saus berlemak atau campuran protein di dalamnya, Anda tak akan merasa kenyang saat menyantapnya. Lalu gimana baiknya? 1. Gunakan salad "dressing" berbasis minyak Banyak orang yang membuat salad dengan salad dressing berbentuk saus atau pasta seperti mayones atau Thousand Island. Tetapi jika sedang diet, sebaiknya pilih salad dressing berbasis minyak seperti minyak zaitun atau minyak kanola. Penggantian ini bukanlah tanpa sebab, karena menurut sebuah penelitian dari Iowa State University, salad dressing yang berbentuk minyak seperti minyak zaitun dan kanola ini memiliki kandungan karotenoid (senyawa vitamin A) yang baik untuk tubuh. Selain itu, minyak juga memiliki asam lemak tak jenuh yang bisa mencairkan lemak perut, tapi juga membuat Anda lebih cepat kenyang. Agar manfaat salad dan minyak lebih maksimal, campurkan minyak zaitun dengan cuka ke dalam salad. Minyak salad ini bisa membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan. 2. Mencampur banyak sayuran dan buah Setiap jenis sayuran, khususnya sayuran hijau memiliki kandungan mineral dan vitamin. Setiap kandungan nutrisi yang berbeda akan memberi pengaruh dan manfaat sehat yang berbeda pula untuk tubuh. Untuk mendapatkan nutrisi optimal sebaiknya campurkan semua jenis sayuran yang disukai. Pertimbangkan juga untuk menambahkan beberapa sayuran seperti daun basil atau peterseli. Kedua sayuran ini memperkuat rasa dan mengandung banyak antioksidan untuk melawan penyakit.

Lakukan Detoks Tubuh Setiap Tahun

Macet, jadwal kerja yang padat serta mengasup makanan cepat saji buat mengganjal perut. Banyak alasan yang membuat pola makan menjadi tak seimbang. Ahli diet mengatakan detoks adalah cara memperbaiki kembali sistem pencernaan Anda. Sebab sistem pencernaan yang terganggu juga akan melemahkan kondisi fisik Anda serta mudah jatuh sakit. Dokter dan ahli gizi, Christine Gerbstadt, MD, penulis buku The Doctor's Detox Diet, menyarankan membersihkan system pencernaan selama tiga sampai lima hari beberapa kali dalam setahun. Kelebihan lemak organ, pembersihan racun tubuh yang menumpuk dapat dilakukan dengan diet detoks. Namun hal ini menjadi sulit karena tubuh suka lemas jika sedang melakukan detoks. Padahal Anda tak harus hanya minum jus sayur dan buah saja saat detoks. Anda bisa mengasup makanan lain juga. Berikut cara diet detoks yang aman tanpa kelaparan 1. Minum banyak air H2O membantu membersihkan sistem tubuh dengan menjaga ginjal, hati, usus, dan kelenjar getah bening (organ limbah filter dari tubuh Anda) berjalan lancar. Minum sampai dua liter per hari, ditambah satu hingga dua cangkir teh atau kopi. Cara yang baik untuk mengetahui apakah Anda cukup terhidrasi: Anda harus bisa buang air kecil setiap beberapa jam, dan urin Anda warnanya tidak terlalu pekat. 2. Pangkas kalori Mengasup 1400-1600 kalori per hari akan membuat Anda kehilangan sedikit berat badan tetapi masih memiliki energi. Jika Anda mengkonsumsi kurang dari 1200 kalori, tubuh Anda mulai membakar otot bukan lemak, ditambah Anda tidak akan mendapatkan cukup vitamin.

Hindari Kopi dan Junk Food Saat "Hangover"

Jika semalaman Anda clubbing dan minum banyak alkohol, Anda pasti bangun tidur dalam kondisi hangover: kepala terasa berat, mual, dan badan lemas. Saat itu, Anda pasti ingin mencari sesuatu yang bisa menenangkan kepala, perut, dan tubuh Anda. Tetapi, hindari kopi dan junk food untuk menyembuhkan hangover, karena hasilnya bisa dipastikan lebih parah. Makanan olahan dan kafein bukan merupakan kombinasi yang baik untuk tubuh yang sedang terkena imbas dari alkohol, demikian menurut Lisa Guy, ahli nutrisi dan naturopati. "Anda perlu menghindari makanan takeaway yang berminyak, dan pilih makanan yang kaya vitamin. Makanan inilah yang terbukti membantu mendetoksifikasi liver dan membersihkan racun-racun seperti alkohol dari dalam tubuh," paparnya. Kafein, yang terkandung dalam alkohol maupun kopi, dikenal sebagai bahan diuretik. Minuman seperti kopi, soft drink, dan energy drink yang mengandung kafein dalam kadar tinggi bisa meningkatkan dehidrasi, tambah Guy. Dengan demikian, kopi menyebabkan Anda banyak buang air kecil dan akibatnya Anda malah kekurangan cairan yang menyebabkan dehidrasi tersebut. Untuk memulihkan diri, akan lebih baik jika Anda mengonsumsi minuman elektrolit dengan kadar gula yang rendah seperti susu cokelat hangat, sereal, atau yogurt. Bila memungkinkan, minumlah 200 ml susu sebelum Anda tidur, supaya tidur Anda lebih nyenyak dan mengurangi hangover esok harinya. Sebagai makanan pertama yang dikonsumsi saat bangun tidur, Guy menyarankan Anda untuk mengonsumsi telur yang mengandung antioksidan yang tinggi. Telur juga mengandung cysteine, senyawa kimia yang melawan racun yang diproduksi tubuh setelah minum alkohol dalam jumlah banyak. Telur bisa disajikan dengan cara direbus atau orak-arik. Pilihan lainnya adalah bubur oat, muesli (sejenis serealia), roti gandum (mengandung vitamin B yang punya daya detoksifikasi, bisa ditambahkan dengan tuna atau keju), atau kacang panggang. Coba juga beberapa buah dan sayuran yang mengandung vitamin C seperti tomat, selada, bayam, jeruk, melon, alpukat, atau pisang. Jahe umumnya juga menghilangkan mual, bisa Anda tambahkan dalam teh atau jus sayuran Anda.

Kopi Tanpa Kafein Lebih Baik?

Kopi adalah minuman paling populer di seluruh dunia. Bahkan kopi bukan sekadar minuman nikmat tapi juga terkait dengan gaya hidup serta sosialisasi. Tak heran jika banyak penelitian untuk minuman yang satu ini, termasuk penelitian tentang kandungan kafein dalam kopi. Hasilnya tersiarlah kabar tentang bahaya kafein bagi tubuh.Seiring itu timbulah kesadaran akan kesehatan, orang pun mulai beralih pada kopi tanpa kafein, Kebanyakan dari orang cenderung berpikir kopi tanpa kafein lebih sehat. Dengan dalih, bukankah kafein buruk bagi kita? Jawabannya iya dan tidak. Menurut sebagian besar ahli terlalu banyak kafein bukan hal yang baik. Kelebihan kafein dalam tubuh dapat menimbulkan banyak problema kesehatan. Tetapi jika kita bicara kopi dalam jumlah moderasi (didefinisikan sebagai 2-4 cangkir per hari) justru dapat melindungi kesehatan Anda. Pernyataan ini berdasarkan pada sebuah studi baru. New American Cancer Society menunjukkan fakta bahwa orang yang minum kopi berkafein setiap hari dalam jumlah moderasi. Risiko mereka turun hingga setengah untuk meninggal akibat kanker mulut dibandingkan mereka yang didiagnosis dengan kanker mulut dan minum teh atau minuman non-kafein. "Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Kopi mengandung berbagai antioksidan, polifenol, dan senyawa biologis aktif lainnya yang dapat membantu untuk melindungi tubuh terhadap perkembangan kanker," kata pemimpin penulisan laporan Janet Hildebrand, MPH. "Kanker mulut termasuk sepuluh kanker yang paling umum di dunia. Temuan kami memperkuat bukti efek kemungkinan perlindungan kopi berkafein terhadap perkembangan kanker mulut dan faring. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut tentang hal ini." Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan kuncinya adalah moderasi dan segala yang berlebihan itu tidak baik.