rosaseb
5 years ago10,000+ Views
ManiakMotor – Ini baru namanya Ninja Komputer. Butuh macam-macam program, agar ilustrarsi modifikasinya tidak acak kadut. Ya, takutnya jadi ular kadut, becanda bro. Misalnya harus ada program Photoshop, 3D, Illustrator, Casmate, Corel Draw dan pokoknya banyak deh untuk menuntun langkah pertukangan modifikasinya. Itu yang disebut desain yang terprogram. Ya memprogram bodi, cat, lampu dan kaki-kaki agar 'nyambung'. Macam musik techno...Bodi fiber misalnya, dilacak lewat simulasi dari berbagai sudut, hingga seperti pada foto ini. Itu lahir dari imajanisi yang dituangkan dalam program dan kemudian diterapkan pada kerja nyata alias rancang bangun modifikasi. “Dalam simulasi ini letak baut dan bodi wajib presisi dengan program komputer. Itu untuk menghindari penggunaan pelat strip yang banyak. Sayang kan bila rangka asli kena sengat las listrik,” papar Agus Witjax dari rumah modifikasinya yang bernama Witjax Modizigner di Tangerang. Berarti ini orang Ninja bangat. Tapi bukan ninja yang punya unsur api, tanah, udara dan air yang bersenjata suriken jutsu, apalagi wajahnya ditutup kain hitam. Di tetap Agust. Maksudnya, doski sudah ‘khatam’ soal selauk-beluk Ninja. Toh, Agust tetap butuh styrofoam untuk mentransfer hasil utak-atik dari komputer. Karena yang di komputer itu baru soft. Sedang styrofoam, lem, resin, katalis dan ropping yang disesbut hard. Kalau sudah jadi fairing, ya fiberglass, keras bangat tuh. Hehehe. Malah dibikin dulu mal agar sama dengan hasil dari program. Malnya ini yang akan membentuk styrofoam. Malnya pakai stiker jenis cutting. Stiker ini pula jadi paduan agar bagian kiri-kanan fairing Tudungnya hasil imajinasi sendiripresisi. Stiker selain mal, fungsinya pengganti penggaris pada bagian-bagian tersulit. Iya seperti di lekukan-lekukan bodi dalam dan gril pada bagian per bagian. Pokoknya banyak deh. Di dunia percantikan motor, khususnya bodi, detil ini penting. Buatnya juga tidak langsung, maksudnya buat sisi sebelah kanan dulu sebagai cermin. Baru berurusan dengan sebelahnya. Kalau sebelahnya buruk, cerminnya tinggal dibelah. Kan begitu kata pepatah, buruk wajah cermin dibelah, praaannnng. Pecah deh cerminnya. Memang semunya dari hasil olah komputer. Tetap saja semua punya patokan. Di kalangan desainer menciptakan bodi kuda besi, referensinya adalah hewan galak yang futuristik. Perhatikan saja Ninja, moncongnya masih identik dengan burung rajawali. Itu menciptakan, lho. Beda dengan modifikasi yang tetap berpatokan pada motor. “Seperti bodi ini masih ada kaitan dengan Kawasaki ZX-6 dan Yamaha R6,” kata Agust seperti terkaget dari lamunannya soal cerita konsep motor. Tidak mungkin dong imajinasi ZX-6 lantas kaki-kakinya Ninja 150 RR. Itu namanya Kang Jaka Makan Jagung, ya itu Jaka Sembung yang ketemu Bang Pitung, kan nggak nyambung. Kaki-kaki sudah urusan program tadi. Maka dipililah arm full set Honda CBR 600 berikut monosok. Ya, namanya juga full set. Ursan begini sih, tinggal dituliisa saja semuanya disesuaikan. Ya sudah, beres. Lengan ayun CBR600Tapi sedikit mengorbankan kenalpot, iya dong kan sayang bodi. Maka itu silencer ditebas model bambu, panjangnya hanya sampai kolong bodi. Husst, salah itu. Krnalpot ini memang aslinya begitu, mereknya Norifumi. Tapi gak tau deh kepanjangannya pakai Abe atau gak. Kembali ke laptop. Asli kata-kata itu bukan ngikutin Tukul ya, tapi memang harus kembali buka komputer. Termasuk menyimak ulang simulasi kombinasi kelir cutting sticker. Tekniknya tidak beraturan atau abstrak yang mirip musik tecno yang dimix. Katanya tecno blaster dari program Corel Draw dan Casmate. Tinggal goyang badan tuh, goyang pica-pica, balenggang patah-patah. Coraknya menggabungkan gelap, tapi bercahaya. Macam mana itu? Lihat saja fotonya, sampeyan pakai kaca mata kan? Adib
0 comments
Suggested
Recent
4
Comment
Share