sapphire148
10,000+ Views

Xiaolongbao

Jika Anda ke Shanghai, salah satu hal yang Anda tidak ingin ketinggalan adalah Xiao Long Bao atau soup dumplings (seperti yang biasa dikenal dalam bahasa Inggris). Berasal dari namanya yang berarti "keranjang kecil mengepul", Xiao Long Bao pada dasarnya roti daging babi dengan kaldu panas di dalamnya, secara tradisional disajikan dalam keranjang bambu kecil. Yummy!!
Comment
Suggested
Recent
Cards you may also be interested in
Kuliner 202 : Semarang - Mie Titee Grajen
Satu lagi kuliner nusantara yang dipengaruhi budaya Cina, Mie Titee. Mungkin kata Mie Titee masih asing bagi di telinga Anda, namun bagi Anda yang sering mengunjungi kota Semarang dan banyak mengenal kuliner-kuliner kota ini, Anda pasti pernah mendengarnya. Titee adalah kaki babi, kata tersebut berasal dari bahasa Cina, dan mie sendiri memang kuliner yang berasal dari negeri Cina. Mie Titee berarti mie yang disajikan bersama daging babi. Jika dilihat sepintas Mie Titee tampak seperti Mie Ayam pada umumnya. Yang membedakan adalah campuran sayur yang digunakan. Jika Mie ayam menggunakan daun caisim atau sawi hijau, mie titee menggunakan daun kangkung atau bayam dan tauge. Mie titee juga mirip dengan mie kangkung, mie khas Betawi, hanya saja kuah bakmi kangkung kental dan berwarna kecoklatan karena adanya bumbu dari ebi atau udang kering, sedangkan kuah mie titee bening karena menggunakan kuah kaldu dan udang yang digunakan merupakan udang segar yang telah direbus yang disajikan ditas mie. Kuah kaldu mie titee merupakan kaldu babi, dipadukan dengan bawang putih yang dominan terasa sangat nikmat di lidah. Bakmi yang digunakan merupakan bakmi telur yang lembut. Daging dan kulit babi yang digunakan sebagai topping dimasak dengan bumbu kecap terlebih dahulu sehingga terasa manis. Selain daging dan kulit babi, udang juga digunakan sebagai toppingnya, beserta taburan bawang putih tumbuk dan bawang goreng. Untuk menambah kenikmatan dalam menikmati mie titee, disediakan sambal cabai rawit dan acar timun. Jika Anda ingin menikmati semangkuk mie titee, datang saja ke Jl. Gajahmada No.63A. Lokasi warung makan ini berada di sebelah warung Tahu Pong Gajahmada yang sangat terkenal. Warung makan ini tidak begitu luas namun kebersihannya sangat dijaga, dan walaupun mengunakan daging babi sebagai olahan kulinernya, namun tidak tercium aroma tidak sedap. Warung makan ini hanya memiliki dua meja panjang sehingga saat Anda makan, Anda akan duduk bersebelahan langsung dengan pengunjung lainnya. Warung Makan Mie Titee Grajen Gajahmada buka mulai pukul 11.30 hingga pukul 21.30 WIB setiap harinya. How to get there: Angkot : dari Simpang Lima, naik angkot yang melewati jalan Gajah Mada (bisa tanya sopir). Turun di depan Gereja Bethel. Taksi : New Atlas
Kuliner 202 : Pontianak - Yam Mie / Bakmi Kepiting Oukie
Kalau ke Pontianak , tentu kulinernya tidak jauh dengan kuliner oriental alias Chinese food. Biasanya tidak jauh - jauh dengan mi dan kawan - kawan. Nah sebelum makan , sebaiknya tahu dulu varian mi. Kalau mi itu bulat kuning, minimal keliatan satu garis. Kalau putih, agak pipih, itu namanya kwetiau. Kalau lebih lebar dikit dan digulung, itu namanya kwe kia nah lebih lebar lagi itu kwe cap Nah kalau bihun itu bulat putih kalau soun itu lebih tipis. Tapi di pontianak itu yang lebih favorit adalah mi kuning serta kwetiaw dan kawan2nya (kwe bersaudara hehe). Holy trinity mi dan kwetiawnya Pontianak kita mulai dengan yammie dulu yah :) Yam mie, begitu dia dikenal oleh masyarakat Tiong hoa khususnya orang Tio Chiu di Pontianak. Yam mie merupakan makanan khas yang Pontianak, terdiri dari mie kuning yang dimasak kemudian di beri berbagai macam lauk seperti irisan ikan goreng tepung, udang rebus, irisan daging ikan putih,dan tentu saja supit kepiting. Kalau mau varian tidak halalnya, ada tambahan irisan babi daging kecap. Kenapa namanya yam mie , apa karena kata orang inggris yummy ? Bukan. Yam mie itu artinya mie yang dihidangkan kering, tanpa kuah, Tidak direbus maupun digoreng. Yam mie atau bakmi kepiting terenak itu ada di deket jalan Nusa Indah yaitu Yam mie "Oukie". Yammie oukie ini sudah turun dari generasi ke generasi. Cita rasa suatu masakan keautentisannya memang harus diturunkan turun temurun. Kadang kalau yang tukang gorengnya ganti, rasa bisa jadi berbeda. Karena kwetiaw atau mi itu teknik memasaknya juga sangatlah penting. Dan tentu saja bahan dan bumbu - bumbunya. Harga : 18 ribu Lokasi : Cabang Nusa Indah, Cabang Gajahmada dan Cabang Tanjungpura