sapphire148
5,000+ Views

Makan kepiting Shanghai yuk~

Kepiting ini adalah makanan lezat khas Shanghai yang sangat terkenal, terutama kepiting telurnya. Daging kepiting diyakini oleh orang Cina memiliki efek "pendinginan" (yin) pada tubuh. Orang-orang menghabiskan ratusan yuan hanya untuk mencicipi kepiting kecil dari Danau Yangcheng yang dianggap lezat. Waktu terbaik untuk mencicipi kepiting ini adalah sekitar musim gugur (September - November). Kepiting biaya 680-700 yuan, atau sekitar US $ 105, per kilogram!
Comment
Suggested
Recent
Cards you may also be interested in
Kuliner 202 : Semarang - Mie Titee Grajen
Satu lagi kuliner nusantara yang dipengaruhi budaya Cina, Mie Titee. Mungkin kata Mie Titee masih asing bagi di telinga Anda, namun bagi Anda yang sering mengunjungi kota Semarang dan banyak mengenal kuliner-kuliner kota ini, Anda pasti pernah mendengarnya. Titee adalah kaki babi, kata tersebut berasal dari bahasa Cina, dan mie sendiri memang kuliner yang berasal dari negeri Cina. Mie Titee berarti mie yang disajikan bersama daging babi. Jika dilihat sepintas Mie Titee tampak seperti Mie Ayam pada umumnya. Yang membedakan adalah campuran sayur yang digunakan. Jika Mie ayam menggunakan daun caisim atau sawi hijau, mie titee menggunakan daun kangkung atau bayam dan tauge. Mie titee juga mirip dengan mie kangkung, mie khas Betawi, hanya saja kuah bakmi kangkung kental dan berwarna kecoklatan karena adanya bumbu dari ebi atau udang kering, sedangkan kuah mie titee bening karena menggunakan kuah kaldu dan udang yang digunakan merupakan udang segar yang telah direbus yang disajikan ditas mie. Kuah kaldu mie titee merupakan kaldu babi, dipadukan dengan bawang putih yang dominan terasa sangat nikmat di lidah. Bakmi yang digunakan merupakan bakmi telur yang lembut. Daging dan kulit babi yang digunakan sebagai topping dimasak dengan bumbu kecap terlebih dahulu sehingga terasa manis. Selain daging dan kulit babi, udang juga digunakan sebagai toppingnya, beserta taburan bawang putih tumbuk dan bawang goreng. Untuk menambah kenikmatan dalam menikmati mie titee, disediakan sambal cabai rawit dan acar timun. Jika Anda ingin menikmati semangkuk mie titee, datang saja ke Jl. Gajahmada No.63A. Lokasi warung makan ini berada di sebelah warung Tahu Pong Gajahmada yang sangat terkenal. Warung makan ini tidak begitu luas namun kebersihannya sangat dijaga, dan walaupun mengunakan daging babi sebagai olahan kulinernya, namun tidak tercium aroma tidak sedap. Warung makan ini hanya memiliki dua meja panjang sehingga saat Anda makan, Anda akan duduk bersebelahan langsung dengan pengunjung lainnya. Warung Makan Mie Titee Grajen Gajahmada buka mulai pukul 11.30 hingga pukul 21.30 WIB setiap harinya. How to get there: Angkot : dari Simpang Lima, naik angkot yang melewati jalan Gajah Mada (bisa tanya sopir). Turun di depan Gereja Bethel. Taksi : New Atlas