lingling84
5,000+ Views

Resep Nasi Goreng

Bahan-bahan: 350 gram nasi sisa 2 sdm minyak sayur 3 telur 1 siung bawang merah 2 cabai hijau (atau sambal ulek/sambail bajak) 1 siung bawang putih 1 daun bawang 250 gram daging ayam 250 gram udang yang sudah dikiupas 3 sdm kecap manis Cara membuat: 1. Kocok telur dan buatlah omelet, kemudian iris tipis-tipis dan sisihkan. 2. Panaskan minyak goreng di penggorengan. 3. Tambahkan bawang merah, daun bawang, bawang putih, dan cabai. Goreng hingga lembut. 4. Iris daging ayam dan tambahkan udang ke dalam wajan, aduk-aduk hingga rata. 5. Tambahkan nasi, kecap manis, dan irisan omelet dan masak kembali selama 5 menit. 6. Hias dengan sisa daun bawang dan sajikan panas. Sumber: www. indochef.com
Comment
Suggested
Recent
Cards you may also be interested in
Fans Yesung SUJU Indonesia Sumbang Dana Amal!!!
Menjadi fans bukanlah harus diwujudkan dengan membuang uang demi menonton konser, album, atau hal-hal lain demi idola. Namun arti fans yang sesungguhnya adalah ketika sang idola bisa memberikan pengaruh positif pada seseorang. Hal itu sepertinya dipahami benar oleh fanbase member Super Junior, Yesung, yakni Clouds di Indonesia yang tergabung dalam @INAloveyesung. Kumpulan dari berbagai komunitas fans Yesung itu menggelar project amal bernama Clouds Million Love di Yayasan Bhakti Luhur, Lebak Bulur pada 5 September lalu. Menurut press release yang diposting di Twitter @INAloveyesung, acara amal itu terinspirasi dari member Super Junior yang dikenal begitu cinta keluarga dan peduli sesama. Donasi amal sendiri dikumpulkan dari ELF semenjak 1 Juni 2012-10 Agustus 2012 dengan berbagai cara seperti jual barang-barang K-Pop tentang Super Junior di berbagai kota. Donasi yang diperoleh dari ELF dan Clouds di Indonesia berjumlah total Rp 15.117.250. Salah satu penulis novel, Delia Angela yang juga fans dari Yesung menyumbang sebesar Rp 728.700. Bahkan ELF luar negeri seperti dari Meksiko dan Arab turut menyumbang sebesar Rp 2.794.868. Sehingga total donasi yang dikumpulkan sekaligus merayakan ulang tahun Yesung pada 24 Agustus silam itu mencapai Rp 18.640.818. Uang tersebut diberikan ke yayasan Bhakti Luhur dalam 3 bentuk bantuan yakni makanan sebesar Rp 950 ribu, sembako dan kebutuhan panti sebesar Rp 2.450.000 serta uang santunan sebesar Rp 14,5 juta. Sisa donasi sebesar Rp 740.818 digunakan untuk membeli hadiah ulang tahun Yesung yang langsung dikirimkan ke Korea beserta bukti donasi. Jadi siapa bilang kalau penggemar K-Pop itu suka menghamburkan uang untuk hal yang tidak berguna bukan?
Sejarah PemPek Palembang
Pempek Palembang sesuai dengan namanya merupakan makanan khas Sumatera Selatan (palembang) yang terbuat dari bahan dasar ikan dan sagu. Penyajian pempek palembang selalu ditemani dengan semangkuk kuah pedas dan menggigit berwarna coklat kehitaman yang disebut dengan cuko / cuka. Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina. Cerita Rakyat Tentang Pempek Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (Rumah rakit tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka (bahan makan dari singkong), sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek-apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek. Fakta Sejarah Pembanding Namun cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut karena singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16. Selain itu velocipede (sepeda) baru dikenal di Perancis dan Jerman pada abad 18. Selain itu Sultan Mahmud Badaruddin baru lahir tahun 1767. Juga singkong sebagai bahan baku sagu baru dikenal pada jaman penjajahan Portugis dan baru dibudidayakan secara komersial tahun 1810. Jika dilihat dari fakta lain yang bertentangan dengan cerita rakyat diatas, mungkin Sejarah Pempek Makanan Khas Palembang memang belum sepenuhnya benar. Walaupun begitu sangat mungkin pempek merupakan adaptasi dari makanan Cina seperti baso ikan, kekian ataupun ngohyang. Jenis Bahan Pembuatan Pempek Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih. Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti Tenggiri, Kakap Merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah. Juga sudah ada yang menggunakan ikan dencis Kreasi Makanan dari Adonan Pempek Dari satu adonan pempek, ada banyak makanan yang bisa dihasilkan, bergantung baik pada komposisi maupun proses pengolahan akhir dan pola penyajian. Di antaranya adalah Laksan, Tekwan, Model, dan Celimpungan. Laksan dan celimpungan disajikan dalam kuah yang mengandung santan; sedangkan model dan tekwan disajikan dalam kuah yang mengandung kuping gajah, kepala udang, dan bumbu lainnya. Varian baru juga sudah mulai dibuat orang. Misalnya saja kreasi yang membuat pempek keju,pempek baso sapi, pempek sosis serta pempek lenggang keju yang dipanggang di wajan anti lengket (teplon). sumber: http://kumpulansejarah-aris.blogspot.kr/2012/11/sejarah-asal-usul-pempek-palembang.html
Kuliner 202 : Surabaya - Ayam dan Bebek Goreng Pak Ndut
Olahan bebek muncul sebagai primadona baru dalam dunia kuliner Indonesia. Banyak bermunculan rumah makan yang menjadikan bebek sebagai bahan dasarnya. Olahan bebek goreng dan bebek bakar menjadi alternatif yang banyak ditawarkan oleh rumah makan atau warung-warung makan tersebut. Warung yang satu ini juga menawarkan bebek sebagai bahan dasar utamanya. Warung yang sebelumnya hanya mampu menghabiskan 3 sampai 5 ekor bebek setiap harinya kini telah berkembang menjadi warung waralaba yang di outlet pertamanya dapat menghabiskan lebih dari 100 ekor bebek setiap harinya. Jika Anda kebetulan sedang berada di Solo, Anda dapat menemukan bebek yang dimasak dengan cara berbeda. Warung makan ini adalah Warung Makan Ayam dan Bebek Goreng Pak Ndut. Bagi Anda yang kurang menyukai olahan bebek, Anda dapat memilih ayam sebagai menu pilihan Anda. Olahan bebek di sini berbeda karena bebek goreng yang disajikan tanpa mengandung minyak. Namun, cita rasa gurihnya tidak berkurang sedikitpun. Selain itu, tekstur dagingnya juga terasa empuk tidak seperti bebek goreng pada umumnya yang sedikit terasa liat ketika digigit. Bebek olahan ini disebut sebagai bebek goreng sangan. Cara menggorengnya adalah dengan menggoreng bebek di atas wajan yang terbuat dari tanah liat dan kemudian dibubuhi dengan sambal bakar. Sambal bakar dibuat dengan cara membakar bahan-bahan sambalnya sebelum diuleg. Olahan bebek dan ayam yang sangat populer dan menjadi andalan adalah bebek remuk. Daging bebek yang sudah dimasak dengan cara diungkep. Daging bebek atau ayam yang sudah masak disuwir-suwir (dikoyak menjadi bagian yang lebih kecil dengan menggunakan tangan), dan kemudian digoreng tanpa menggunakan minyak. Hasilnya, Anda akan mendapatkan daging dengan cita rasa yang gurih, dengan tekstur yang renyah sehingga terasa sangat nikmat. Akan lebih nikmat lagi apabila Anda menikmatinya dengan mencampurkan kecap manis dan sambal pedasnya. Kombinasi ini akan terasa nikmat dinikmati bersama nasi yang masih mengepul. Pastinya akan membuat selera makan Anda berlipat ganda. Selain menu utama tadi, sebagai camilannya, Anda juga dapat menikmati olahan bebek lainnya. Kali ini yang dijadikan olahan adalah bagian kakinya atau biasa disebut dengan ceker. Ceker ini digoreng dan dibumbui dengan sangat pas sehingga terasa gurih dan pas sebagai camilan. Jika Anda tertarik untuk menikmati makanan ini, silahkan berkunjung ke Warung Makan Bebek dan Ayam Goreng Sari Rasa Pak Ndut yang berada di Jl Slamet Riyadi 159 Kartosuro, Sukoharjo, Solo. Info pengunjung: - Harga untuk satu porsinya mulai dari Rp17.500,- - Harga untuk ati dan ampela sekitar Rp4.500,- *Harga yang tercantum ter up date pada bulan Desember 2012. Harga sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan kondisi. - Cabang Ayam dan Bebek Pak Ndut berjumlah lebih dari 30 outlet di berbagai wilayah di Indonesia. Kuliner lain yang dapat Anda kunjungi adalah : Oishii Ramen & Sushi Bar, Daegu Korean Grill, dan Effects Bistro. Hotel terdekat: Arini Hotel, De Solo Boutique Hotel, dan Lorin Business Resort and Spa. How to get there : Bus : Anda dapat menggunakan bus yang melewat Jl. Slamet Riyadi Taksi : Kosti Solo (0271) 856300 dan Solo Sentral (0271)728728