Cards you may also be interested in
Reli Dakar Kembali Makan Korban
SANTIAGO– Reli Dakar memang dikenal sebagai reli mau yang kerap memakan korban. Gelaran reli Dakar di 2013 ini pun kembali memakan korban. Adalah pembalap sepeda motor Thomas Bourgin yang tewas setelah kecelakaan di jalur penghubung. Ini adalah kematian ke tiga di Reli Dakar 2013, setelah sebelumnya dua nyawa juga melayang di awal etape. Reli Dakar 2013 ini digelar dengan melewati kawasan Amerika Selatan, dengan dimulai di Argentina melalui Chili dan berakhir di Peru. Pembalap asal Prancis Thomas Bourgin tewas, Jumat 11 Januaro 2013 saat sedang melibas etape ketujuh reli paling ganas di dunia ini. Pembalap di keas sepeda motor tersebut tewas dalam kecelakaan di daerah pegunungan Chile. Rider 25 tahun tersebut dikabarkan tabrakan dengan petugas kepolisian setempat yang berjalan berlawanan arah. Tim medis yang berusaha menyelamatkan nyawa Bourgin tidak bisa berbuat banyak. Dikabarkan Bourgin tewas di tempat kejadian. Pihak penyelenggara reli Dakar ini menyatakan, kejadian kecelakaan yang menewaskan Bourgin ini sedang dalam penyelidikan. Dakar 2013 ini adalah penampilan perdana Bourgin. Dia berada di posisi ke 68 dalam klasemen keseluruhan. Bourgin sudah terjun di dunia balap reli ini sejak 2009, ketika dia mengambil bagian dalam Rally Maroko. Lalu merebut posisi empat di ajang Race Afrika 2011 dan menempati posiis tujuh di Rally Tunisia. "Semua yang terlibat di ajang Dakar mengekspresikan kesedihan besar atas tewasnya Bourgin. Mereka menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga dan kerabat Bourgin," tulis penyelenggara reli Dakar dalam siaran persnya.
Lorenzo: Ada 4 Favorit Juara Dunia 2013
KOMPAS.com - Juara dunia dua kali MotoGP, Jorge Lorenzo, merasa yakin dirinya termasuk satu dari empat kandidat favorit juara dunia musim 2013. Pebalap Spanyol ini pun menyebut rekan setimnya di Yamaha Factory, Valentino Rossi, termasuk lawan yang harus diperhitungkan, di samping dua kompatriotnya, Dani Pedrosa dan Marc Marquez. "Saya adalah orang yang harus dikalahkan karena saya menjuarai kejuaraan terakhir, tetapi Pedrosa meraih banyak kemenangan musim lalu, termasuk seri terakhir, sehingga dia harus menjadi favorit dan kemudian ada Marquez," ujar Lorenzo kepada La Gazzetta dello Sport, seperti dikutip dari Crash.net, Selasa (22/1/2013). "Valentino juga menjadi penantang serius karena tak bisa lupa bagaimana meraih kemenangan. Empat dari kami adalah favorit, tetapi selalu ada kejutan, sehingga saya tidak suka membuat prediksi." Mengenai Rossi, juara dunia tujuh kali MotoGP, yang kembali menjadi tandemnya, Lorenzo mengaku sangat menghormatinya karena pebalap dengan julukan "The Doctor" itu sangat sukses dalam kariernya. Akan tetapi ada faktor yang membuat Rossi agak lemah, yaitu usia. "Saya sangat menghormati semua pebalap MotoGP... Valentino sudah meraih banyak kemenangan, memiliki prestasi dan kesuksesan yang hebat, serta 'sempurna' sebagai seorang pebalap. Dia tak memiliki kelemahan, kecuali mungkin usia," ujar mantan juara dunia dua kali kelas 250 cc ini. "Titik kelemahanku adalah ketika melakukan start dan juga saya harus melakukan perbaikan di balapan basah, tetapi kami (Rossi dan saya) bakal sama-sama memiliki kesempatan tahun ini dan sama-sama di Yamaha." Jika Rossi sudah tiga kali berganti tim (dari Honda ke Yamaha, kemudian ke Ducati dan kembali ke Yamaha), lain halnya dengan Lorenzo. Pada tahun 2013 ini, dia akan menjalani musim keenamnya di ajang MotoGP bersama Yamaha. Lorenzo dan Rossi akan datang ke Indonesia pada akhir Januari ini. Setelah itu, mereka akan memulai rivalitasnya di lintasan balapan dalam uji coba pra-musim di Sirkuti Sepang, Malaysia, 5 Februari mendatang.