kyle
1,000+ Views

Donasi 23 miliar dollar untuk korban topan Sandy

Pada Jumat kemarin, NBCUniversal dan Red Cross bekerja sama menggalang dana untuk Korban topan Sandy. Acara yang dihost oleh TODAY show anchor Matt Lauer dihadiri oleh sejumlah selebritis terkenal seperti Jimmy Fallon, Kevin Bacon, Tina Fey, Whoopi Goldberg, Jon Stewart dan Brian Williams. Sejumlah musician juga menyumbangkan suaranya seperti Steven Tyler, Bruce Springsteen, Billy Joel, Jon Bon Jovi, Mary J. Blige, Sting dan Christina Aguilera Acara ini berhasil menggalang 23 miliar dolar yang akan disalurkan langsung unutk korbah Topan Sandy yang mengakibatkan biliun dolar kerusakan di northeast dan lebih dari 100 korban jiwa
Comment
Suggested
Recent
well done
Cards you may also be interested in
Lee Min Ho Ternyata Punya Kembaran di China!
Menjadi aktor muda paling populer di Korea Selatan, Lee Min Ho pun menyusul sang senior, Song Seung Heon yang dibuatkan patung lilinnya di museum lilin Madame Tussauds. Foto patung lilin Lee Min Ho tersebut pun diungkapkan oleh pihak agensi pada 19 April lalu. Dalam foto tersebut tampak Lee Min Ho asli dengan ‘kembarannya’ berpose bersama. Lee Min Ho yang versi asli nampak gagah dengan mengenakan setelah jas warna putih dan juga sepatu yang senada, sedangkan Lee Min Ho versi patung lilin tampak sama gagahnya dengan mengenakan tuxedo berwarna hitam. Keduanya tampak serasi saat berpose bersama. Perwakilan dari agensi Lee Min Ho pun menjelaskan perihal patung lilin Lee Min Ho ini. “Model lilin ini akan dipamerkan di museum Madame Tussauds Shanghai yang dibuka pada 19 April 2013. Patung lilin ini memerlukan waktu selama setahun untuk proses pembuatannya,” ungkap sanh perwakilan agensi. Seperti yang dijelaskan oleh perwakilan agensi tersebut, pihak dari Madame Tussauds telah melakukan pengukuran pada tubuh Lee Min Ho di Korea Selatan tahun 2012 lalu. Untuk konsep pakaian dan pose dari patung aktor ‘City Hunter’ ini sendiri ditentukan oleh kedua pihak agensi Lee Min Ho beserta pihak Madame Tussauds. Pihak Madame Tussauds pun menjelaskan alasan mengapa mereka memilih Lee Min Ho untuk dijadikan figur patung lilin di museum figur lilin ternama tersebut. “Lee Min Ho adalah aktor Korea pertama yang memiliki figur patung lilin di museum Madame Tussauds Shanghai. Kembaran Lee Min Ho ini merupakan bukti kepopuleran Lee Min Ho di China,” ungkap jubir Madame Tussauds Shanghai dilansir Soompi. Yang belum bisa berfoto bersama Lee Min Ho yang asli, bisa digantikan berfoto dengan ‘kembaran’nya di Shanghai
Makna Sindiran di Balik Lagu Gangnam Style
KOMPAS.com - Mungkin Anda tak kenal nama Park Jae-sang. Namun, kalau disebut ”Gangnam Style” yang dinyanyikan oleh PSY kemungkinan besar Anda tahu apa yang dimaksud. Video penyanyi rap Korea Selatan itu telah ditonton lebih dari 229 juta kali di YouTube sejak diunggah pertengahan Juli, dan angka itu terus naik. Tak perlu kemampuan berbahasa Korea untuk menikmati tarian gaya naik kuda PSY dengan bagian refrain lagu yang mudah diingat, bahkan cenderung terus terngiang-ngiang itu. Namun, di balik lagu yang terdengar lucu dan konyol itu ada narasi mengenai orang kaya baru di Korsel dan Gangnam, nama distrik makmur tempat sebagian besar dari mereka tinggal. Gangnam mungkin hanya sepotong kecil Seoul, tetapi kawasan itu menimbulkan campuran hasrat, iri hati dan kepahitan. Gangnam saat ini adalah alamat paling didambakan di Korea. Namun, kurang dari dua generasi lalu kawasan itu hanya berisi rumah-rumah telantar yang dikelilingi tanah pertanian datar dan parit-parit drainase. Distrik Gangnam, yang artinya ”sebelah selatan sungai”, hanya dihuni sekitar 1 persen dari total penduduk Seoul, tetapi hampir semuanya adalah orang kaya raya. Apartemen di Gangnam rata-rata berharga sekitar 716.000 dollar AS (Rp 6,8 miliar). Dibutuhkan waktu sekitar 18 tahun bagi sebuah keluarga rata-rata di Korsel untuk mengumpulkan uang sebanyak itu. Selama ini pusat kekuasaan pemerintah dan bisnis di Seoul terletak di sebelah utara Sungai Han, di kawasan sekitar istana kerajaan. Di sanalah para orang kaya lama tinggal. Sejak 1970-an Sementara Gangnam adalah tempat orang kaya baru, yakni orang-orang yang diuntungkan booming ekonomi yang dimulai pada era 1970-an. Dengan meroketnya harga apartemen pada awal 2000-an, para pemilik tanah dan spekulan menjadi kaya raya dalam sekejap. Keluarga-keluarga kaya di distrik itu semakin kaya. Banyak orang Korsel merasa terganggu karena warga Gangnam dianggap jadi kaya bukan karena mengikuti nilai-nilai tradisional Korsel, yaitu kerja keras dan pengorbanan, tapi sekadar beruntung karena tinggal di sepotong kawasan yang didambakan. ”Gangnam menimbulkan rasa iri hati dan tidak suka. Warga Gangnam adalah kelas atas Korsel, tapi orang Korsel menganggap mereka egois, tanpa rasa noblesse oblige,” kata Kim Zakka, kritikus musik pop di Seoul. Dengan gaya yang konyol, lagu PSY membicarakan hal-hal itu. PSY dianggap jauh sekali dari gaya hidup Gangnam alias ”Gangnam Style”. ”Saya tidak tampan, saya tidak tinggi, saya tidak kekar, saya tidak kurus,” kata PSY baru-baru ini di acara TV AS, Today. Lagu ”Gangnam Style”, menurut kritikus musik Baak Eun-seok, menggambarkan hubungan ”benci tapi rindu” masyarakat Korsel dengan Gangnam. Dengan gaya parodi dalam klip video lagu tersebut, PSY menyindir berbagai gaya hidup warga Gangnam, seperti tampil cantik atau tampan dengan operasi plastik, memakai segala jenis barang mewah, dan langsing karena mampu membayar pelatih yoga.
Cocktail Termahal Sedunia
Maestro peracik cocktail, Salvatore Calabrese memecahkan rekor dunia dengan membuat minuman termahal sedunia. Upayanya itu membuat namanya tercantum di Guinness Book of World Records, Kamis (11/10) di Mayfair, Inggris. "Salvatore's Legacy" adalah nama minuman racikan termahal itu. Racikannya mengandung beberapa minuman mahal karena berusia sangat tua; Clos de Griffier Vieux Cognac 1788 (40ml), Kummel Liqeur 1770 (20 ml), Dubb Orange Curacao 1860 (20 ml), dan sedikit Angostura Bitters dari tahun 1900. Seorang teman lama yang juga adalah klien Calabrese, tanpa menyebutkan nama, membeli minuman seharga Rp85 juta (5.500 Poundsterling). Minuman tersebut harus dibeli agar sah menjadi minuman termahal. Selain termahal, bila dilihat dari bahan-bahan yang disebutkan di atas, racikan cocktail itu bisa dibilang tertua, mengingat usia minuman-minuman itu, bahkan ada yang dibuat sebelum Revolusi Amerika. Keberhasilan Calabrese ini tidak datang dengan mudah. Tiga bulan sebelumnya, saat ia sedang bersiap untuk ajang ini, salah satu botol minuman yang akan digunakan dalam campuran, pecah. Satu botol Cognac buatan tahun 1788, seharga 50 ribu Poundsterling pecah oleh seorang pelanggan Calabrese di The Playboy Club. Botol minuman yang harusnya menjadi bagian dari racikan termahal itu jatuh dari meja seorang pelanggan yang ingin melihat botol tersebut setelah memesan 2 gelas minuman tersebut dengan harga 5.050 Poundsterling untuk masing-masing gelas. Konon, setelah kejadian itu, Calabrese sempat patah arang. Namun akhirnya ia mencoba lagi, terbukti, ia berhasil. Rekor racikan minuman keras sebelumnya dipegang oleh The Skyview Bar di Burj Al Arab Hotel di Dubai, dengan harga 3.766,52 Poundsterling per gelas. Calabrese yang pernah bekerja di Dukes Hotel di St James's dan The Lanesborough di Knightsbridge adalah seorang pakar Cognac. Ia membangun koleksi Cognac langka yang ia pajang di Salvatore's Bar miliknya di The Playboy Club. Sumber : http://www.beritasatu.com/food-travel/77354-cocktail-termahal-sedunia.html