norman
10,000+ Views

Model Victoria Secret di Pantai

Mau dong ikutan heheheh
Cards you may also be interested in
Dampak Buruk Akibat Kurang Tidur
Kesibukan kerja dan aktivitas sosial lain saat ini begitu menyita waktu, sehingga banyak orang cenderung kekurangan tidur. Padahal, efek kurang tidur bukan sekadar akan membuat Anda mengantuk keesokan harinya, dan jadi kurang dapat berkonsentrasi saat bekerja. Beberapa pakar saraf meyakini bahwa salah satu tujuan tidur adalah memberikan peluang pada otak untuk membangun dan menguatkan jaringan penghubung saraf. Orang yang biasa tidur cukup akan memelajari informasi baru dengan lebih cepat dan memiliki memori yang lebih tajam. Namun apa jadinya bila Anda selalu kekurangan tidur dari hari ke hari? Mari kita coba hitung satu per satu. Kekurangan tidur akan memberikan efek jangka pendek maupun jangka panjang. Efek langsungnya, ketika Anda terjaga dalam keadaan kaget karena mendengar suara alarm, Anda akan cenderung menjalani hari dengan mood yang kurang baik Berikut dampak akibat kurang tidur: Ngidam junk food Tidur terlalu sedikit dapat memancing hormon yang mengatur nafsu makan, meningkatkan keinginan makan tinggi lemak, makanan yang tinggi karbohidrat dan menyebabkan kalori yang lebih dari kebutuhan tubuh. Dalam sebuah studi, orang-orang yang kekurangan tidur dalam 2 malam memiliki lebih banyak hormon ghrelin yang mempengaruhi rasa lapar dan sedikit hormon leptin yang merupakan hormon penekan selera makan. Dalam waktu lama, hal ini bisa menyebabkan penambahan berat badan. Dalam sebuah penelitian dari Universitas Washington menemukan bahwa orang-orang yang tidur 7 sampai 9 jam setiap malam memiliki berat badan rata-rata 24.8-hampir 2 poin lebih rendah dari rata-rata mereka yang tidur kurang. Menjadi magnet kuman Orang yang tidur kurang dari 7 jam per malam memiliki kemungkinan 3 kali lebih besar dalam terkena pilek, menurut penelitian JAMA. Penelitian lain menemukan bahwa pria yang kurang tidur susah menjaga respon imunitas normalnya setelah menerima suntikan flu. Para pria itu hanya memiliki setengah antibodi sebagai pelawan penyakit setelah 10 hari vaksinasi dibandingkan pria yang tidur cukup. Karena itu tidur dapat meningkatkan imunitas tubuh. Kurang mampu mengolah glukosa Setiap sell tubuh memerlukan bahan bakar untuk berfungsi sempurna. Menurut peneliti dari Universitas Chicago, Kekurangan tidur 6 hari saja akan membuat orang mempunyai kemungkinan untuk resistensi terhadap insulin, yaitu hormon yang membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke sell. Dalam studi lain, tes menunjukkan bahwa peserta yang tidur kurang dari 6 jam/ malam tidak dapat mengolah gula dengan benar. Hal ini bisa mengakibatkan diabetes tipe 2 . Berada dalam badai stress yang tidak pernah berakhir Penelitian di Universitas Chicago juga menemukan bahwa kurang menutup mata menyebabkan tingkat kortisol, hormon stres meningkat saat sore dan malam dan menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan glukosa darah. Hal itu bisa meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2 . Selain berakibat dengan masalah kesehatan di masa depan, kortisol datang di saat yang tidak tepat yaitu pada saat anda harus istirahat dengan tidur. Suasana hati buruk dan otak yang terasa berkabut Setelah melewati malam yang gelisah, konsentrasi anda berkurang dan membuat kegiatan-kegiatan tertentu seperti mengemudimenjadi berbahaya. Orang yang mengalami kelelahan fatal juga kurang bahagia. Suasana hati dan tidur diatur oleh zat kimia otak yang sama. Hal ini bisa meningkatkan kemungkinan depresi, namun kasus ini hanya berlaku pada orang-orang yang rentan terhadap penyakit. Kurang tidur membuat anda terlihat lebih tua Semua orang membuktikan hal ini, kulit jadi pucat dan gelap. Lebih buruk lagi, peningkatan kadar kortisol dapat memperlambat produksi kolagen, yang bisa mengakibatkan keriput. Karena itu, banyak yang menyebut bahwa tidur itu juga disebut beauty sleep, karena perubahan hormon akan meningkatkan aliran darah ke kulit, yang bisa menyebabkan kulit cerah dalam semalam. Selain itu, hal ini juga membuat berbagai kosmetik meresap lebih cepat karena bahkan pada saat anda tidur, kulit anda juga masih tetap bekerja keras. Penelitian juga menunjukan bahwa kulit mengalami pergantian 8 kali lebih cepat pada saat anda tidur, jadi tidur cukup bisa mengurangi kerutan. Memiliki risiko kanker lebih tinggi Latihan membantu mencegah kanker, tetapi sedikit tidur bisa menyebabkan pengurangan efek latihan ini, begitu disimpulkan dalam studi kesehatan sekolah kesehatan Johns Hopkins Bloomberg. Penelitian ini melibatkan 6.000 wanita selama sekitar satu dekade, mereka menemukan bahwa penggemar latihan yang tidur kurang dari 7 jam per malam memiliki kemungkinan 50 persen lebih besar terkena kanker dibandingkan yang tidur lebih banyak. Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan hormonal dan metabolisme dikaitkan dengan risiko kanker,hal ini bisa menghapus manfaat olahraga. Sumber: http://blog.indojunkers.com/2012/01/7-efek-buruk-bila-kurang-tidur/ http://kencantikankulit.blogspot.com/2012/01/dampak-negatif-pada-tubuh-jika-kurang.html
"Wine" Bisa Turunkan Berat Badan?
Kabar baik bagi Anda yang bisa dan gemar menyesap wine. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Aging Journal mengungkapkan bahwa wine bisa membantu Anda untuk menjaga berat badan. Penelitian ini dilakukan terhadap 20.000 perempuan yang memiliki berat badan yang normal selama 13 tahun. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang diberi minum dua gelas red wine dalam menu makanannya, bir, liquer, dan kelompok tanpa wine dan minuman. Seiring berjalannya waktu, perempuan yang minum wine ternyata berat badannya 30 persen lebih stabil dibandingkan yang bukan peminum. "Wine banyak mengandung antioksidan yang berfungsi untuk mengurangi kolesterol dan tekanan darah," ungkap Jana Klauer, dokter nutrisi dan metabolisme. Wine juga mampu memacu tubuh untuk membakar kalori lebih banyak. "Perempuan memiliki enzim pemecah alkohol lebih besar daripada pria, sehingga ketika perempuan minum wine, tubuhnya harus bekerja lebih keras untuk memecah alkohol dengan cara membakar kalori lebih banyak," jelas Klauer. Kandungan senyawa resveratol dalam red wine dinilai punya pengaruh penting dalam program diet ini. Resveratol, senyawa khusus yang hanya ditemukan dalam anggur merah, bisa membantu meredam nafsu makan. Dalam jurnal ini diungkapkan juga bahwa, setelah menyesap anggur merah, keinginan untuk makan makanan penutup yang manis juga berkurang. Lu Wang, MD, PhD, salah seorang peneliti, mengungkapkan bahwa alkohol dalam wine bisa membakar kalori melalui proses thermogenesis. Hal ini berarti, alkohol membakar kalori dengan cara meningkatkan suhu tubuh menjadi lebih panas. Hal inilah yang menyebabkan muka Anda memerah saat menyesap minuman ini. Bukan solusi utama Sekalipun penelitian ini mengungkapkan bahwa anggur bisa membantu program diet, bukan berarti wine dalam jumlah banyak bisa mempercepat penurunan berat. Para peneliti ini menyarankan untuk menikmati wine antara 1-2 gelas per harinya. Yang perlu diingat, hanya minum wine saja bukan jaminan bisa memiliki tubuh langsing. Bagaimana pun juga pola makan yang cukup, olahraga, dan gaya hidup sehat adalah kunci utamanya. Minum wine saja tidak akan menyelesaikan masalah Anda, karena wine berkalori 125 kkal/5 ons-nya. "Itulah mengapa minum wine saja bukan strategi penurunan berat badan sendiri, tapi harus digabungkan dengan diet sehat dan olahraga. Konsumsi wine berlebihan justru akan menyebabkan kesehatan menurun dan memicu timbulnya kanker payudara," tambah Klauer. sumber: http://female.kompas.com/read/2012/11/23/19080716/.Wine.Bisa.Turunkan.Berat.Badan.